Ekaandrisusanto's Blog

Just another WordPress.com weblog

Si kembar dari indonesia bertemu kembali di swedia

leave a comment »

foto
Melalui jejaring sosial Facebook, akhirnya Emilie Falk menemukan saudara kembarnya, Lin Backman, setelah 29 tahun berpisah. Emily dan Lin adalah dua gadis yang diadopsi di Semarang, Jawa Tengah, oleh warga negara Swedia sejak masih bayi. Tes DNA menyatakan 99,98 persen mereka bersaudara. Demikian seperti dikutip The Telegraph, Kamis, 2 Februari 2012.

Sejak menikah pada dua tahun silam Emilie, yang tinggal di Kota Helsingborg, Swedia Selatan, mulai memikirkan bagaimana asal-usul keluarganya. Dari ibunya ia mengetahui bahwa ia memiliki seorang saudara kembar. Emilie kemudian berusaha mencarinya lewat Facebook.

Melalui pencarian mengenai anak-anak yang diadopsi oleh warga negara Swedia, ia berhasil mendapatkan sebuah nama. Segera setelah menemukan nama tersebut, ia mengontak Lin lewat Facebook. “Saya lahir pada tanggal 18 Maret 1983 di Semarang dan nama ibu kandung saya adalah Maryati Rajiman,” tulisnya dalam wall kepada Lin.

Dengan cepat Lin membalas. “Wow, itu nama ibu saya juga dan itulah hari ulang tahunku!” balas Lin. Uniknya, pasangan kembar tersebut hanya dipisahkan jarak 40 kilometer. Keduanya pun memutuskan bertemu pada Januari 2012 dan menjalani tes DNA.

Yang menakjubkan, keduanya sama-sama berprofesi sebagai guru, menikah di hari yang sama tetapi hanya berselang satu tahun, dan saat menikah berdansa dengan iringan lagu yang sama, yaitu You and Me yang dinyanyikan Lifehouse. “Ini sungguh aneh,” ujar Emilie.

Sejak lahir, tak ada satu pun dokumen yang menyatakan Emilie dan Lin adalah saudara kembar. Awalnya, orang tua Lin menyadari Lin mempunyai saudara kembar. Keterangan itu didapat dari sopir taksi yang mengantar mereka pada saat hari Lin diadopsi. “Lalu bagaimana dengan anak yang lain? Saudarinya?” kata pengemudi taksi.

Berdasarkan keterangan itu, orang tua Lin mencari keluarga Falk. Kedua keluarga ini kemudian kerap bertemu saat kedua putri angkat mereka itu masih bayi untuk sekadar mencocokkan wajah mereka.

“Orang tua kami memeriksa dokumen adopsi, tetapi mereka tidak menganggap kami mirip satu sama lain. Banyak keterangan yang tidak dicantumkan dalam dokumen. Saat itu tidak ada pemeriksaan DNA,”kata  Emilie. Adapun dokumen hanya menjelaskan persamaan nama ibu, tetapi lain ayah.

Setelah berbincang-bincang mengenai ketidakmiripan dan perbedaan nama ayah, akhirnya disimpulkan mereka bukan kembar. Sejak saat itu kedua keluarga tidak pernah berhubungan satu sama lain. Namun, dengan hasil tes DNA yang keluar baru-baru ini, kesimpulan tersebut dikesampingkan. Mereka berdua mengaku takjub atas hasil tes DNA dan merasa bahagia bahwa keduanya bersaudara. “Yang jelas saya bahagia bisa bertemu dengan Emilie,” kata Lin.

“Seketika saya berpikir kami lahir dari rahim yang sama. Sangat aneh dan menyenangkan,” ujar Emilie. Keduanya kini kerap bertemu dan berencana mencari orang tua kandung mereka di Indonesia.

Written by EKA ALONE

Februari 2, 2012 pada 8:44 am

Ditulis dalam Fashion & news

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: