Ekaandrisusanto's Blog

Just another WordPress.com weblog

Kiprah timnas/Klub indonesia di pertandingan internasional

leave a comment »

  • Persija 3-3 Belanda (29 Juni 1951),

  • Persija 3-2 Tionghoa (1 Juli 1951),
  • Persib 0-8 – Futbalski Savez Yugoslavia (1953).

  • Uni Soviet 0-0 Indonesia (Olimpiade 1956),
  • Persib 2-9 Red Star Bratislava Ceko (1958).
  • Yugoslavia 4-2 Indonesia, di Belgrade (9 September 1956),
  • Bond Kroasia 5-2 Indonesia, di Zagreb (16 September 1956).
  • Jerman Timur 3-1 Indonesia, di Chemnitz (20 September 1956),
  • Cekoslowakia B 5-1 Indonesia, di Pilzen (26 September 1956).
  • Persib 0-2 Jerman Timur 0-2 (Januari 1964),
  • Persib 1-7 Jerman Timur (29 Oktober 1964).
  • Indonesia 0-1 Dynamo Moskow (14 Maret 1970).
  • Indonesia 2-3 Santos. saat itu Pele pun mencetak 1 gol yang spektakuler (21 Juni 1972).
  • Pertandingan segitiga antara PSSI Selection, Rapid Viena dan Khmrer. (6- 10 januari 1974).
  • Indonesia 2-1 Uruguay (19 April 1974).

  • Turnamen segitiga antara PSSI Tantama, Ajax dan Manchaster United. Hasil akhir Ajax berhasil menjadi juara (1 – 5 Juni 1975).
  • Indonesia 0-0 Manchester United (1 Juni 1975),
  • timnas Indonesia Tamtama meladeni Manchester United (Inggris) dalam pertandingan segitiga internasional di Stadion Utama, Senayan, Jakarta (1 Juni 1975). Dalam pertandingan ini, kedua tim bermain imbang 0-0.Timnas Indonesia Tamtama menurunkan formasi pemain: Ronny Paslah (penjaga gawang), Sutan Harhara, Oyong Liza, Suaib Rizal, Iim Ibrahim, Anjas Asmara, Nonon, Waskito, Djunaidi Abdillah, Risdianto, dan Andi Lala.Manchester United menurunkan formasi pemain: Alex Stepney (penjaga gawang), Alex Forstyth, Arthur Albiston, Gerry Daly, Jimmy Micholl, Jim McCallog, Trevor Anderson, Sammy McIlroy, Stuart Pearson, David McGreery, dan Tony Young.

    Pertandingan timnas Indonesia Tamtama melawan Manchester United itu merupakan pertandingan pertama. Pertandingan lainnya yaitu: Manchester United vs Ajax Amsterdam (3 Juni 1975) dan Ajax Amsterdam vs timnas Indonesia Tamtama 4-1 (5 Juni 1975).

  • Persib vs Italia u-21
  • Jauh sebelum tim-tim Italia, seperti Sampdoria, AC Milan, dan Lazio, berlaga di Indonesia, tim dari negeri spagheti itu pernah berlaga di tanah air kita. Pada tahun 1977, tim nasional Italia U-21 sempat melakukan beberapa pertandingan persahabatan di Indonesia. Para pemain muda Italia itu pernah bertanding melawan PSSI Muda (25/06/1977), Persebaya (30/06/1977), Persija Elang (03/07/1977), dan Persib tentunya.
    Dalam pertandingan di Stadion Siliwangi, Bandung (27/06/1977), tuan rumah Persib berhasil mengalahkan Italia U-21 3-1.
    Gol-gol kemenangan Persib diciptakan Max Timisella (menit 4), Risnandar Soendoro (30), dan Nandar Iskandar (83). Sementara itu, gol balasan Italia U-21 diciptakan Pasinato (menit 11).
  • PSSI Utama 0-0 Ajax (1981).
  • PSMS Medan Plus 0-3 Arsenal,
  • PSSI Selection 0-5 Arsenal,
  •  Niac Mitra 2-0 Arsenal (1983)
  • Tunas Inti 2-3 Corinthians (1984),

  • Niac Mitra vs Arsenal 2-0 (gelora tambaksari – surabaya 1985)
  • PSSI Garuda 0-1 Santos (20 Mei 1985),
      • Persib vs torpedo kutaisi (stadion siliwangi 1985)
        Torpedo Kutaisi merupakan klub dari Uni Soviet. Pada masa ini, Persib berkesempatan untuk melawannya. Sayang, Persib tidak diperkuat Adjat Sudradjat, Adeng Hudaya, Jaffar Sidik, dan Bambang Sukowiyono. Namun, Djadjang Nurdjaman (“mantan” pemain Mercu Buana Medan di Galatama V/1984 dan “calon” pemain Mercu Buana Medan di Piala Liga I/1985) ikut membela Persib.
Pada masa itu, Adjat Sudradjat berada di timnas Indonesia A. Sementara Adeng Hudaya, Jaffar Sidik, dan Bambang Sukowiyono tidak mendapat ijin dari instansinya. Lalu, bagaimana jadinya pertandingan Persib vs Torpedo Kutaisi?
Dalam pertandingan persahabatan di Stadion Siliwangi Bandung (Kamis, 5 Februari 1985) itu, Persib kalah 1-3 dari lawannya. Torpedo Kutaisi unggul lebih dahulu 1-0 melalui Jorji Kashuili (menit 36). Namun, “Si pemain baru di jajaran Persib” Djadjang Nurdjaman berhasil membalasnya menjadi 1-1 pada menit 57. Sayang, Persib tidak mampu mempertahankannya. Gol Kurgakidae (menit 61) dan Chilaya (menit 81) mampu mengempaskan Persib 1-3.
  • Tim PSSI 2-3 Paraguay (21 Februari 1986).
  • PSSI A 3-3 PSV Eindhoven. PSV saat itu masih diperkuat oleh Eric Gerets dan Ruud Gullit (14 Juni 1987).
  • Tahun 1987, The Red Devils, MU, bersama kapten besarnya saat itu, Bryan Robson, “mencicipi” rumput Stadion Utama GBK.

  • Persib vs PSV Eindhoven 0-4 (stadion siliwangi bandung 1988)
  • Tahun itu juga PSV Eindhoven, membawa Ruud Gullit dan Ronald Koeman cs melawan Persib (Galatama Selection) di Stadion Utama GBK.

Gol PSV Eindhoven kala itu dicetak oleh Willy Van De Kerkhof, Eric Gerets dan Ruud Gullit 2 gol. (Persib-Psv 88’).

  • Persib 0-8 AC Milan,
  •  Surabaya Selection 1-4 AC Milan (1994).
  • Persebaya 1-6 PSV (1995), saat itu Ronaldo masih berumur 18 tahun. Gol tunggal Persebaya dicetak Yusuf Ekodono.
  • Bintang Liga Indonesia 2-6 SS Lazio (1996).
  • Tahun 1996, Sampdoria (Italia) yang kala itu dilatih Sven Goran Eriksson juga “mencicipi” rumput di Stadion Utama GBK.

Written by EKA ALONE

Agustus 8, 2011 pada 6:49 am

Ditulis dalam Sports

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: