Ekaandrisusanto's Blog

Just another WordPress.com weblog

Prayogo Pangestu ‘Kuasai’ Proyek Menara Jakarta

with 4 comments

Senin, 22/03/2010 | 18:48 WIB

Prayogo Pangestu 'Kuasai' Proyek Menara Jakarta

Jakarta – Mundurnya debut konglomerat Henry Pribadi dalam pembangunan proyek Menara Jakarta pada awal tahun ini membuat konglomerat Prajogo Pangestu menjadi pemegang saham mayoritas dalam konsorsium Menara Jakarta oleh PT Prasada Japa Pamudja.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur Wiratman and Associates  Multidiciplinary Consultants, Wiratman Wangsadinata selaku konsultan Menara Jakarta, saat ditemui di acara transformasi konstruksi di Hotel Ambhara, Jakarta, Senin (22/3/2010). “Januari kemarin Prayogo Pangestu jadi pemegang saham mayoritas,” katanya.

Ia mengatakan Prajogo Pangestu menjadi mayoritas setelah Henry Pribadi melepas seluruh kepemilikan sahamnya kepada Prajogo di proyek tersebut. Sedangkan 4 pemegang saham menara Jakarta lainnya yaitu Sohat Chairil (pengusaha batubara), Harun Sebastian (Senayan City), Abraham Alex Tanuseputra (Pengusaha Apotek, dan pendiri Gereja Bethany), dan Kelompok Kompas Gramedia masih tetap dalam konsorsium.

Sayangnya Wiratman enggan menyampaikan berapa porsi saham masing-masing pihak. Ia mengatakan total pembangunan proyek menara setinggi 558 meter tersebut setidaknya bisa menelan dana minimal Rp 2,1 triliun dengan seluruh pendanaan lokal. “Konon pendanaan tidak ada masalah,” ucapnya.

Wiratman menegaskan setelah dibangun kembali pada awal Januari 2010 ini, ia optimis menara Jakarta akan bisa beroperasi pada tahun 2012 nanti. Menara Jakarta akan dilengkapi dengan restoran berputar, ruang pameran, hotel, mal, kafe, menara telekomunikasi dan lain-lain, yang ditargetkan bisa berdiri hingga 100 tahun.

Tinggi Menara Jakarta Ditambah 30 Meter
Menara Jakarta rencananya akan ditambah tingginya hingga 30 meter dari rencana sebelumnya yang hanya setinggi 558 meter. Pemegang saham mayoritas Menara Jakarta, Prajogo Pangestu menghendaki penambahan tinggi menara yang akan menjadi salah satu menara tertinggi di dunia tersebut.

“Tinggi 558 meter itu sementara, Prajogo menginginkan ditambah lagi 30 meter,” kata Presiden Direktur Wiratman & Associates Multidiciplinary  Consultants, Wiratman Wangsadinata selaku konsultan Menara Jakarta, saat ditemui di acara transformasi konstruksi di Hotel Ambhara, Jakarta, Senin (22/3/2010).

Ia menjelaskan penambahan tinggi menara hingga 30 meter tidak dilakukan pada konstruksi bangunan utama menara, namun hanya dilakukan pada tiang pemancar telekomunikasi. Jika ini terjadi maka Menara Jakarta akan memiliki ketinggian hingga 588 meter.

Saat ini, lanjut Wiratman, pihaknya diberi tugas untuk mendesain ulang struktur Menara Jakarta dengan tidak mengubah bentuk sebelumnya. Langkah ini bertujuan untuk menghemat biaya struktur bangunan menara hingga 10% dari sebelumnya.

Ia menjelaskan berdasarkan perhitungan, biaya struktur menara akan mencapai Rp 800 miliar dari total anggaran pembangunan minimal Rp 2,1 triliun. Jika penghematan ukuran dan struktur menara bisa dilakukan maka bisa menghemat hingga Rp 80 miliar. “Memang sekarang lagi diredesain ulang,” katanya.

Wiratman menegaskan proyek  Menara Jakarta yang berada dibawah konsorsium  PT Prasada Japa Pamudja sudah mulai dilakukan konstruksi kembali pada Januari 2010 lalu. Ia optimis menara Jakarta akan bisa beroperasi pada tahun 2012 nanti.

Menara Jakarta akan dilengkapi dengan restoran berputar, ruang pameran, hotel, mal, kafe, menara telekomunikasi dan lain-lain, yang ditargetkan bisa berdiri hingga 100 tahun di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat berdampingan dengan JIExpo.

Jangan Sampai Tak Laku Seperti Burj Dubai
Menara tertinggi di dunia, Burj Dubai ternyata sampai saat ini tidak laku dan banyak ruang yang kosong. Menara Jakarta yang akan ‘menyaingi’ Burj Dubai pun diharapkan tidak mengalami nasib yang sama dengan Burj Dubai. Desainer utama Menara Jakarta Prof Wiratman Wangsadinata mengatakan, kasus tidak suksesnya penjualan properti  menara tertinggi di dunia Burj Dubai atau Burj Khalifa setinggi 818 meter diharapkan tidak terjadi di proyek Menara Jakarta.

Wiratman mengakui untuk membangun menara-menara tinggi tidak hanya melihat aspek kebanggan saja, namun harus mengutamakan kepentingan fungsi dan manfaat menara tinggi. “Burj dubai tidak laku, sekarang kosong. Makanya pertimbagannya harus matang. Membangun menara tinggi bukan hanya kebanggaan tapi fungsinnya,” tegas Wiratman.

Khusus untuk Menara Jakarta, lanjut dia, sedari awal pengembangan proyek ini akan menjadikan rencana pembangunan menara berlokasi di Kemayoran tersebut sebagai pusat bisnis dan pusat menara telekomunikasi. Sehingga kata dia sejauh ini proyek ini akan berjalan terus dan ia optimis bisa berdiri pada 2012.

Menurutnya, Indonesia pun bisa membuat menara-menara tertinggi seperti Burj Khalifa di Dubai Uni Emirat Arab, yang terpenting baginya adalah dukungan dana  yang cukup. Ia pun mengatakan  belum mengetahui soal  wacana pembangunan menara tertinggi oleh perusahaan-perusahaan BUMN dalam rangka menyaingi Menara Petronas di Malaysia.

Menara Jakarta yang rencananya setinggi 588 meter itu akan dilengkapi dengan restoran berputar, ruang pameran, hotel, mal, kafe, menara telekomunikasi dan lain-lain. Menara yang akan menelan dana setidaknya Rp 2,1 triliun ini  ditargetkan bisa berdiri hingga 100 tahun di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat, berdampingan dengan JIExpo.Sementara Burj Khalifa dilengkapi berbagai fasilitas super mewah dengan harga yang selangit, seperti apartemen mewah, hotel mewah, perkantoran megah dan lain-lain.

Written by EKA ALONE

September 17, 2010 pada 6:50 am

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. wow… edan… apa ga ada hal lain yg lebih bermanfaat gitu ya…

    jika seandainya menara itu roboh, apa ga akan menelan korban jiwa??? mengingat posisi indonesia itu rawan GEMPA

    ADAbisnis.com

    September 17, 2010 at 7:10 am

  2. bagus Lah semoga ajah cpet jd dan petronas malon LEWATTTTT…

    anti malaysia

    September 20, 2010 at 4:02 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: