Ekaandrisusanto's Blog

Just another WordPress.com weblog

suara isi hatiku saat ini

with 2 comments

Bismillahirramanirrahiim …

Setiap Jiwa pasti pernah mengalami perasaan Gundah dan Gelisah didalam kehidupannya.., Termasuk yang dapat mengusir perasaan gundah dan gelisah adalah berbuat baik kepada sesama makhluk dengan ucapan , perbuatan serta berbagai bentuk kebajikan . Dengan kebaikan tersebut Allah akan menghilangkan kesusahan baik dari orang beriman ataupun orang kafir sesuai kadar kebaikannya . Akan tetapi orang beriman memiliki bagian yang lebih sempurna . Karena perbedaannya bersumber dari keikhlasan dan harapan akan pahala Allah ta’ala . Dengan modal tersebut Allah ringankan baginya dalam mengerahkan tenaga untuk berbuat baik karena ada kebaikan yang ingin diraih , Allah juga ringankan baginya dalam mencegah keburukan dengan penuh ikhlas dan harap akan pahala dari Allah ta’ala .
” Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar . ( Terj .. Qs. An-Nisa : 114)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengabarkan bahwa semua perkara yang disebutkan dalam ayat di atas adalah kebaikan .., dan kebaikan selalu mendatangkan kebaikan berikutnya dan menolak keburukan . Seseorang yang berharap dari Allah ta’ala akan selalu Allah berikan kepadanya pahala yang banyak , diantaranya : hilangnya perasaan gundah dan gelisah dan kesulitan hidup lainnya .., Termasuk hal yang dapat mengusir kegundahan yang timbul dari kegamangan jiwa karena hati disibukkan oleh urusan2 yang memberatkan adalah dengan menyibukkan diri dengan sebuah pekerjaan atau mendalami ilmu yang bermanfaat . Dengan begitu ia akan melupakan apa yang selama ini membebani dirinya dan yang selama ini membuatnya gelisah . Maka kemudian jiwanya menjadi tenang , semangatnya bertambah . Sebab ini juga dapat terjadi pada diri seorang beriman atau yang bukan beriman . Akan tetapi orang beriman memiliki kelebihan karena keikhlasan dan harapan akan pahala dari apa yang menyibukkan dirinya .., berupa ilmu yang dipelajari atau yang diajarkan .., begitu juga dengan kebaikan yang dikerjakan .

Jika hal tersebut berbentuk ibadah maka nilainya adalah ibadah , jika merupakan kesibukan atau kebiasaan dunia maka dia mengiringinya dengan niat yang shalih dan membantunya dalam beribadah kepada Allah . Hal tersebut sangat efektif dalam mengusir kesedihan dan keluh kesah .., Betapa banyak orang yang dirundung duka dan gelisah sehingga dia ditimpa penyakit yang ber macam2 ( Naudzubillah ) .., maka obat mujarabnya adalah melupakan sebab2 yang selama ini mengganggunya dan
membuatnya gelisah serta menyibukkan diri dengan pekerjaan dan tugas2 . Dianjurkan agar perbuatan yang menyibukkan dirinya adalah yang sesuai dengan seleranya dan disenangi jiwanya , maka dengan begitu lebih memungkinkan untuk mendatangkan manfaat yang dia maksudkan .

Termasuk yang dapat mengusir perasaan cemas dan gelisah adalah memusatkan semua pikiran untuk mengerjakan sebuah pekerjaan pada hari ini dan memutuskan diri dari pikiran2 yang akan datang serta kesedihan atas waktu2 yang lalu .., Karena itu Rasulullah berlindung dari Al Hamm ( sesuatu yang diakibatkan oleh ketakutan pada masa yang akan datang . Maka hendaklah seseorang menjadi manusia hari ini , mengerahkan sekuat tenaga kesungguhannya dalam memperbaiki hari dan waktunya saat ini ) dan Al Hazn ( perkara2 yang telah lalu yang tidak mungkin diulang dan didapati kembali ) .

Memusatkan pikiran dalam masalah ini juga dapat menyempurnakan sebuah perbuatan .., di samping menjadi penawar kesedihannya . Rasulullah jika berdo’a atau mengajarkan umatnya untuk berdoa , maka dia juga menganjurkan untuk minta pertolongan dan keutamaan kepada Allah ta’ala atas kesungguhannya dalam mewujudkan apa yang dia mohonkan dalam doa2nya .., Dan juga meninggalkan setiap yang tidak diinginkan dalam doa2nya karena doa seharusnya sesuai dengan amal perbuatan . Seorang hamba yang ber sungguh2 untuk mendapatkan apa yang bermanfaat baginya dalam urusan agama dan dunia akan memohon kepada Rabbnya kesuksesan yang diinginkannya .., Dan Arrasul minta tolong kepada Allah atas hal tersebut .

” Berusahalah untuk meraih apa yang bermanfaat untukmu , mintalah pertolongan Allah dan janganlah engkau lemah . Jika ada sesuatu yang menimpamu , maka jangan engkau katakan : Seandainya saya kerjakan ini niscaya akan jadi begini dan begitu , akan tetapi katakanlah bahwa Allah yang telah menetapkannya , apa yang Dia kehendaki Dia perbuat . Karena sesungguhnya (kata-kata) ” seandainya “membuka peluang bagi perbuatan setan .” (HR. Muslim)

Rasulullah dalam hadits diatas menggabungkan antara perintah untuk berupaya mendapatkan manfaat dalam setiap keadaan dengan perintah meminta pertolongan kepada Allah serta tidak tunduk terhadap kelemahan .., yaitu kemalasan yang merugikan dan menyerah terhadap perkara2 yang telah berlalu serta menyaksikan ketetapan Allah dan ketentuannya . Beliau juga menjadikan sebuah perkara menjadi dua bagian .., Bagian dimana seorang hamba memungkinkan baginya untuk meraihnya atau meraih apa yang mungkinkan baginya , atau menolaknya atau meringankannya , maka dalam hal ini seorang hamba harus memperlihatkan kesungguhannya dan minta tolong kepada Rabbnya . Bagian lain adalah bagian yang tidak mungkin untuk itu , maka pada hal tersebut seorang hamba harus tenang , ridha dan pasrah . Tidak diragukan lagi bahwa berpedoman dengan kaidah ini merupakan penyebab datangnya kesenangan dan hilangnya rasa gundah dan resah .. InsyaAllah .

Berzikir pengaruhnya sangat menakjubkan dalam mendatangkan kelapangan dada dan ketenangan hati .., menghilangkan rasa gundah dan resah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Ingatlah , hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram .” (Terj .. Qs. Ar Ra’d : 28).
Dengan kekhususannya, zikir memberikan peran yang besar untuk meraih semua yang diminta dan apa yang diinginkan seorang hamba dalam bentuk pahala dan ganjaran . Mengenal nikmat2 Allah dan selalu menyebutnya merupakan salah satu faktor yang dapat mengusir keresahan dan kesedihan .., mendorong seorang hamba untuk bersyukur yang hal itu merupakan derajat syukur yang paling tinggi .., walaupun ia tertimpa kefakiran .. sakit atau musibah lainnya .

Karena jika dia bandingkan antara nikmat Allah kepadanya yang tidak terhitung baik kwantitas ataupun kwalitasnya dengan apa yang dideritanya dari berbagai kesulitan .., niscaya kesulitan tersebut tidak seberapa jika dibanding nikmat Allah ta’ala .., Justru kesulitan dan musibah yang dihadapi seorang hamba , lalu ia menghadapinya dengan kesabaran , ridha dan menerima , niscaya akan berkurang tekanannya .., ringan bebannya dan harapannya hanyalah pahala dan ganjaran dari Allah ta’ala .., Jadi beribadah kepada Allah dengan bersikap sabar dan ridha akan menjadikan sesuatu yang pahit menjadi manis , sehingga manisnya pahala akan melupakan pahitnya kesabaran .

” Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat orang-orang yang berada di atas , karena hal tersebut lebih memungkinkan untuk tidak mengabaikan nikmat-nikmat Allah atas kalian .”(HR. Bukhari dan Muslim).Hal ini sangat besar manfaatnya dalam menghilangkan perasaan gelisah dan sedih , karena bila seseorang melihat pemandangan yang menyedihkan yang menimpa seseorang di depan matanya yang menimpa orang lain , maka dia akan melihat dirinya jauh lebih beruntung , baik dalam kesehatan dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya , atau dalan hal rizki betapapun keadaannya sehingga hilanglah kegelisahan .. kegundahan dan keresahannya .., bahkan semakin bertambah dalam
dirinya kegembiraan dan keinginan terhadap nikmat2 Allah ta’ala yang tak diperoleh oleh orang2 yang berada di bawahnya .

Maka setiap kali seorang hamba memperhatikan nikmat2 Allah , baik yang nampak ataupun yang tersembunyi .., baik dalam urusan agama maupun dunia .., dia akan melihat bahwa Rabbnya telah memberinya kebaikan yang banyak dan menjauhkannya dari aneka macam keburukan . Tidak diragukan lagi bahwa hal semacam ini akan mampu mengusir kegundahan dan keresahan serta mendatangkan kebahagiaan dan kegembiraan.

Di antara upaya menyingkirkan sebab-sebab yang mendatangkan kegelisahan dan meraih sebab2 yang mendatangkan kebahagiaan adalah melupakan berbagai kesulitan yang telah berlalu yang tidak dapat ditolak . Dia harus memahami bahwa menyibukkan diri dengan memikirkan hal tersebut merupakan perbuatan orang bodoh yang sia2 . Oleh karena itu dia harus berusaha memalingkan hatinya untuk tidak memusatkan pikiran terhadap masalah tersebut dan agar tidak khawatir terhadap masa depannya dari dugaan kefakiran dan ketakutan atau kesulitan2 lain yang dia bayangkan .dia juga memahami bahwa kehidupan masa depan tidak ada yang mengetahui , apakah dia akan mengalami kebaikan atau keburukan .., terpenuhinya harapan atau kepedihan . Karena sesungguhnya semua itu berada di tangan Yang Maha Perkasa dan Bijaksana .., manusia tidak berwenang sedikitpun di dalamnya kecuali berusaha untuk mendapatkan kebaikan masa depannya dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan .

Seseorang yang mengetahui bahwa ketenangan dapat diraih jika dia menyingkirkan pikirannya dari kekhawatiran terhadap masa depannya , kemudian bertawakkal kepada Allah dengan memperbaiki nasib kehidupannya , maka hatinya akan tenang , kondisinya akan membaik serta rasa gundah dan kekhawatiran dalam hatinya akan hilang .

” Ya Allah , perbaikilah bagiku agamaku yang merupakan pelindung perkaraku , perbaikilah bagiku duniaku yang merupakan tempat kehidupanku , perbaikilah akhiratku yang di sana tempat kembaliku , jadikanlah kehidupan ini sebagai sarana bagiku untuk menambah kebaikan , dan kematianku sebagai tempat istirahat dari segala keburukan ” . (HR. Muslim) .

” Ya Allah , rahmatMu aku harapkan , maka janganlah Engkau serahkan (urusan) ku kepada diriku walau sekejap mata , perbaikilah semua urusanku , tiada illah selain Engkau .” (HR. Abu Daud dengan sanad yang shahih).

Maka jika seorang hamba meratap dengan doa tersebut yang di dalamnya terdapat kebaikan masa depannya .., baik agamanya maupun dunianya dengan menghadirkan hati dan niat yang benar serta kesungguhan bekerja untuk mewujudkannya , niscaya akan Allah kabulkan doa .. harapan dan usahanya , hingga rasa gundah berganti dengan kesenangan dan kegembiraan .

Berupaya menganggap ringan beban kesulitan yang ditanggungnya dengan memperkirakan kemungkinan terburuk yang akan menimpanya , kemudian dia kuatkan dirinya untuk menerima hal tersebut. Jika hal tersebut telah dilakukan maka selanjutnya dia berupaya untuk memperingan problema yang dihadapi sedapat mungkin . Dengan kemantapan jiwa dan upaya yang bermanfaat tersebut , akan hilanglah perasaan gundah dan resah , berganti dengan upaya nyata untuk mendatangkan kemanfaatan dan menolak kesulitan yang mudah bagi seorang hamba . Jika hal tersebut mampu menggantikan penyebab ketakutan , kepedihan dan kekhawatiran akan kefakiran , karena kecintaannya terhadap aneka ragam kesenangan , maka dia dapat menerima semua itu dengan perasaan tenang dan kemantapan jiwa , bahkan sekalipun musibahnya lebih hebat dari itu . Karena kemantapan jiwa dalam menanggung kesulitan dapat meringankan kesulitan itu sendiri dan menghilangkan goncangannya , khususnya jika dia menyibukkan dirinya dengan menyingkirkannya sedapat mungkin . Maka dalam dirinya akan berkumpul kemantapan jiwa dan upaya nyata untuk mengatasi problemnya yang sekaligus dapat menghindarinya dari sekedar memikirkan musibah itu serta membantu dirinya untuk memperbaharui kekuatan dalam mengatasi masalah seraya bertawakkal dan percaya kepada Allah ta’ala .

Tidak diragukan lagi bahwa hal2 semacam ini sangat besar manfaatnya untuk meraih kebahagiaan dan kelapangan dada di samping adanya harapan seorang hamba atas ganjaran yang setimpal dari Allah ta’ala baik di dunia maupun di akhirat . Hal ini dapat disaksikan dan dialami oleh banyak orang .
Menenangkan hati dan tidak tenggelam pada kepanikan atau bayangan dan pikiran2 buruk sangat besar pengaruhnya untuk menghindari tekanan jiwa bahkan penyakit fisik .., Karena jika seseorang tenggelam dalam bayangan ketakutan , dan hatinya terpengaruh oleh berbagai perubahan , baik dari rasa takut akan penyakit atau yang lainnya , marah dan perasaan tak menentu karena memperkirakan terjadinya kesulitan dan hilangnya berbagai kenikmatan . Semua itu dapat mendatangkan perasaan gundah , penyakit hati dan penyakit fisik serta ketegangan saraf yang dapat berakibat buruk .., Hal ini sering kita saksikan.

Jika hati selalu bergantung kepada Allah , bertawakkal kepadaNya , tidak larut dalam bayang2 ketakutan serta pikiran2 buruk diiringi kepercayaan kepada Allah ta’ala seraya mengharap karuniaNya , maka semua itu akan mengusir perasaan gundah dan sedih , dan menghilangkan berbagai penyakit jiwa maupun fisik . Hati akan kembali mendapatkan kekuatan , ketentraman dan kebahagiaan yang tak terlukiskan . Betapa banyak rumah sakit yang dipenuhi oleh orang2 yang sakit karena dihantui bayangan2 buruk , betapa banyak masalah ini mempengaruhi mereka2 yang kuat hatinya apalagi jika dia orang lemah . Betapa hal ini sering mendatangkan tindakan bodoh dan gila . Orang yang sehat adalah orang yang Allah sehatkan dan Allah berikan taufiq untuk berjuang melawan hawa nafsunya untuk mendapatkan sumber2 kekuatan bagi hatinya yang dapat menyingkirkan kekhawatiran yang menimpanya .
” Siapa yang bertawakkal kepada Allah maka niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya .” (Terj .. Qs.At Thalaq : 3) .Allah akan mencukupkan segala keperluan agama dan dunianya kepada Orang yang bertawakkal kepada Allah , hatinya kuat dan tidak terpengaruh oleh bayang2 (ilusi) dan tidak goncang oleh berbagai kenyataan , karena dia tahu bahwa sikap tersebut menunjukkan kelemahan jiwa , ketakutan dan kegelisahan yang tidak beralasan . Di samping itu diapun mengetahui bahwa Allah ta’ala akan menanggung beban orang yang bertawakkal kepadanya dengan kecukupan yang sempurna .
Maka dia percaya kepada Allah dan tenang dengan janjiNya sehingga hilanglah kegelisahan dan kekhawatirannya , kesulitan berganti kemudahan , kesedihan berganti kegembiraan dan ketakutan berganti keamanan .

Kita mohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kesehatan dan keselamatan dan memberikan kita karunia berupa kekuatan hati dan keteguhannya dengan tawakkal yang sempurna yang dengan itu akan Allah tanggung segala kebaikannya dan menyingkirkan segala kesulitan dan keburukan yang menimpa .

Semoga Bermanfaat …, Wassalam (ekaandrisusanto)

Written by EKA ALONE

Mei 24, 2010 pada 7:02 am

Ditulis dalam Uncategorized

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Smoga qta sllu didalam lindunganNYA… Amin

    lovedian

    Agustus 25, 2010 at 3:52 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: