Ekaandrisusanto's Blog

Just another WordPress.com weblog

Kisah Kehidupan Bulutangkis di Peru dan Australia

leave a comment »

https://i0.wp.com/assets.usoc.org/assets/documents/attached_file/filename/22041/TUC_Team.JPG

Di kota Lima yang adalah ibukota Peru, terdapat sebuah klub bulutangkis yang mana semua pemain nasional bernaung di bawah klub terbesar ini. Club Regata adalah klub yang tidak hanya menawarkan olahraga bulutangkis, namun meawarkan juga lebih dari 10 olahraga. Lucunya, klub ini sebetulnya adalah klub sosial dan bukan murni klub olahraga.

Bulutangkis sendiri sudah diperkenalkan sejak 50 tahun yang lalu, dan hingga saat ini cukup banyak generasi muda yang meminati olahraga yang cukup menjadi olahraga favorit walaupun belum berkembang di negara yang dikepalai oleh Alan Garcia Perez.

Dalam perhelatan Thomas Cup 2010 kali ini, Peru membawa 6 orang, 2 diantaranya bersedia kami wawancarai yaitu Andres Corpancho dan Rodrigo Pacheco yang hari ini turun bertanding sebagai ganda kedua melawan Biao Chai dan Zhang Nan. Wawancara ini pun disertai oleh pelatih mereka yaitu mantan pemain Spanyol yaitu Crespo Jose Antonio.

Walau pada akhirnya kalah dari China dengan angka telak 5-0, pelatih mereka hanya berpesan untuk menarik pelajaran dari pertandingan yang memang sudah diyakini akan berakhir dengan 5-0. Mereka melihat kejuaraan ini sebagai kebanggaan bagi mereka setelah mereka mengandaskan tim kuat USA di kualifikasi zona mereka.

Bagi Peru , mereka masih terus berjuang untuk mengembangkan bulutangkis. Melalui kompetisi kompetisi yang hanya terbatas pada level klub, mereka berharap suatu saat nanti, mereka bisa mengejar ketertinggalan mereka dari negara-negara yang lebih maju.

Mereka sudah mulai melatih banyak pemain muda dan mengirim mereka ke beberapa turnamen internasional baik itu untuk junior atau kelompok umur. Hal yang sama juga diharapkan dari pemain Peru untuk mampu berjuang untuk bisa lolos ke olimpiade.

Hal yang hampir serupa juga terjadi di negeri tetangga kita Australia. Negeri Kangguru ini memiliki banyak pemain imigran dari negara lain termasuk Eugina Tanaka yang ternyata dalam wawancara kami, lahir di Indonesia. Euginia sendiri pindah dan menetap di Australia untuk meneruskan pendidikannya.

Permainan pemain Australia di hari pertama ini berhadapan dengan Indonesia, tidaklah bisa dianggap remeh. Mereka tidak memiliki beban atau ‘nothing to lose’ ketika berhadapan dengan tim kuat macam Indonesia. Ini terlihat dari penampilan Erica Pong yang sempat memberikan perlawanan kepada Firdasari di tunggal kedua. Begitu juga dengan Maria Febe yang sempat direpotkan Leanne Choo di awal partai pembuka.

Bulutangkis sendiri mulai mendapat perhatian dari masyarakat, karena banyak pemain mudah mulai masuk dunia bulutangkis. Pemerintah pun memberikan support kuat pada beberapa institusi, bulutangkis mulai dimainkan dan bahkan menjadi pilihan olahraga.

Hal yang sama dengan Peru, Australia pun mendatangkan Lasse Bundgaard dari Denmark untuk menjadi pelatih di Australia dan sudah menangani tim ini selama 3 tahun. Menurut Lasse, mereka tidak membeli pemain, melainkan adalah keinginan dari pemain asing itu sendiri lah yang datang ke Australia untuk mendapatkan kehidupan yang berbeda dan bukan mencari hasil atau prestas

Written by EKA ALONE

Mei 10, 2010 pada 7:56 am

Ditulis dalam Sports

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: