Ekaandrisusanto's Blog

Just another WordPress.com weblog

KAJIAN KESADARAN REMAJA TERHADAP FREESEX, DRUGS, DAN NARKOBA DI KABUPATEN GRESIK

leave a comment »

Fenomena remaja di Kab Gresik menarik dicermati. Mobilitas remaja di lingkungan industri menuntut ketahanan moral yang tinggi. Intensitas pergaulan remaja di lingkungan masyarakat juga mendesak untuk disiasati agar tidak lepas control. Demikian pula keberadaan remaja di tempat kost-kost an dan kontrakan juga mendesak untuk dijaga dari penyalahgunaan kebebasan. Ini perlu ditelaah terkait dengan upaya menjaga Gresik dari kepunahan identitasnya sebagai kota santri.
Kajian ini terfokus pada upaya untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, pemahaman, dan bentuk-bentuk keterlibatan remaja terhadap free sex, drugs, dan narkoba di Kab Gresik. Temuan penelitian ini akan berguna bagi pengambil kebijakan dalam hal ini Pemkab Gresik, dalam menentukan strategi pertahanan budaya dan etika khususnya di kalangan pelajar di lingkungan Gresik.
Temuan penelitian menyebutkan bahwa di tahun 2006, terdapat 26 kasus narkoba, dan dari jumlah itu 7 di antaranya ialah pelajar. Ini memprihatinkan sebab mereka tidak hanya pengguna tetapi juga berperan sebagai pengedar.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka terjerat pada keadaan yang tabu itu. Penyebab utamanya ialah problem konflik sosial, yang mencapai angka 87.4 persen, khususnya diakibatkan dari adanya konflik dengan orang tua yang ditunjukkan dengan angka 40,5%.
Data lain yang mencuat dalam penelitian ialah bahwa mereka pun sebenarnya merasa menyesal terhadap perbuatan mereka, namun mereka tak mengerti bagaimana menghindarinya. Data hasil penelitian juga mengungkapkan apa saja yang dilakukan remaja dalam upaya mengurangi bebas psikologis akibat narkoba. Upaya-upaya yang mereka lakukan antara lain ; (1) mereka curhat kepada teman dekat atau sahabat (76%), (2) baru kemudia mereka mengemukakan pada pacar (12%), (3) kepada orang tua hanya 2.8%, dan (4) mereka menyampaikan kepada guru hanya mencapai 1.1%.
Fenomena ini menunjukkan bahwa remaja tidak memiliki keberanian untuk mencari penyelesaian atas masalah yang dihadapinya kepada orang yang seharusnya membantunya. Misalnya, mengadu kepada orang tua hanya dilakukan oleh 2,8 % responden, sehingga tidak heran bila kedua pihak itu saling tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya. Hal yang perlu diperhatikan bagi orang tua di Kota Gresik agar mencoba lebih akrab dan terbuka untuk menjadi sarana curhat bagi anak-anaknya.
Temuan hasil penelitian ini menunjukkan pula bahwa guru bukanlah mitra yang dipilih oleh murid yang mengalami masalah untuk berkonsultasi. Hal ini dinyatakan dalam bentuk rendahnya persentase ( mencapai angka 1.1%) bagi siswa berani berkonsultasi tentang persoalan yang dihadapi siswa. Maka hal ini menjadi perhatian pula bagi para guru agar ia selalu menjadi mitra belajar bagi murid-muridnya, sekaligus mitra yang dapat menimbulkan rasa aman bagi mereka untuk menjadi sarana memperbaiki budi pekerti, akhlak para pelajarnya. (Mudlofar)

Written by EKA ALONE

April 23, 2010 pada 5:42 pm

Ditulis dalam Educations & sains

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: